MIUMI

Logo-ISI

Institut Seni Indonesia Yogyakarta - ISI

Satria Dwi Laksana, Endro Tri Susanto, S.Sn, M,Sn

Lampu gantung selain berfungsi sebagai penerangan juga menjadi hiasan untuk mempercantik interior, selain bentuknya bisa didesain dengan model tertentu, setiap lampu gantung memberikan kesan yang berbeda pula dalam interior bangunan.

Begitu pula restoran sebagai tempat publik adalah sangat perlu memilih lampu gantung yang akan digunakan pada setting interiornya karena akan mempengaruhi kenyamanan dan keberlanjutan pada pelanggan yang berkunjung.

Miumi merupakan desain lampu gantung ramah lingkungan yang ditempatkan pada restoran-restoran, khususnya restoran sushi dan seafood. Pemberian nama produk ’miumi’ diperoleh dari proses modifikasi pengejaan kata ‘cumi-cumi’.

Perancangan lampu gantung yang ramah lingkungan ini sebagai wujud aksi, reaksi, ekspresi, dan kreasi perancang terhadap isu pencemaran laut yang menyebabkan matinya biota-biota yang tinggal di dalamnya. Penggunaan material ramah lingkungan meliputi bambu dan ilalang juga selaras dengan ide perancangan. Material tersebut dipilih karena sifatnya yang mudah tumbuh di alam dengan risiko pencemaran yang minim.

Efek cahaya yang dihasilkan juga memberikan kesan kehangatan dan kenyamanan saat berada di ruangan. Lampu gantung dirancang dengan tiga variasi ukuran dan digantung dengan ketinggian yang berbeda-beda untuk menghasilkan level yang dinamis. Selain itu, juga sebagai kampanye untuk menjaga dan melestarikan ekosistem laut agar variasi biota laut dapat tetap lestari dan bisa terus dinikmati.

Miumi Lighting adalah sebuah konsep dengan memperhatikan beberapa kriteria:

  • Memberi suasana hangat dan nyaman pada pencahayaan pada ruang.
  • Menemukan bentuk-bentuk biota laut yang sangat variatif.
  • Menggunakan material natural berupa bambu dan ilalang.
  • Mengangkat isu pencemaran laut dalam rangka melestarikan ekosistem laut.

Post a comment