Ma’dokko

Logo-Prastiya

Universitas Prasetiya Mulya

Medelyn Angel Hartono, Aulia Ardista Wiradarmo, M.Sc.

Ma’dokko merupakan kursi lantai bergaya tradisional kontemporer yang terinspirasi dari tradisi Tongkonan. Ma’dokko mengusung nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan kekerabatan dari masyarakat Tana Toraja. Adapun, Tongkonan berasal dari kata Tongkon, yang artinya duduk. Ketika melakukan aktivitas, masyarakat Toraja duduk di lantai rumah adat Tongkonan untuk bercengkrama, berdiskusi dan mengadakan upacara adat. Meskipun duduk di lantai merupakan tradisi turun temurun di Indonesia, masih sedikit kursi yang mengakomodasi fungsi tersebut.

 

Struktur desain Ma’dokko terinspirasi langsung dari Tongkonan. Atap Tongkonan melengkung dan tajam seperti tanduk kerbau (simbol kekuatan dan kesejahteraan), bentuk ini diaplikasikan menjadi bagian sandaran ciri khas Ma’dokko yang melengkung dan menukik di sisi-sisinya. Selain itu, Ma’dokko didesain agar dapat dilipat untuk menghemat ruang. Sehingga, penyangga belakang terdiri atas dua tiang yang disambung menggunakan ikatan, sama seperti pada Tongkonan. Sandaran dan penyangga belakang memiliki dua mekanisme pengunci dengan dua derajat kemiringan yang berbeda agar dapat menyesuaikan keinginan pengguna. Dengan ukuran dudukan 50 cm² persegi dan tebal 12 cm, tinggi sandaran 60 cm, serta berat 4.8 kg, Ma’dokko dapat mengakomodasi beban hingga 100 kg.

 

Material Ma’dokko berasal dari kayu rotan yang dipilih karena fleksibel, ringan, berdaya tahan tinggi, ramah lingkungan dan perawatan kayu yang relatif mudah. Tali rotan digunakan untuk mengikat kayu rotan dan anyaman jruno kembar kecil untuk bagian sandaran dan dudukan. Ikatan pada tali dan anyaman menyimbolkan tali kekerabatan antar masyarakat Toraja. Bantalan pada dudukan Ma’dokko dilapisi dengan kain Tenun khas Toraja dengan tiga simbol motif Toraja yang berarti doa agar masyarakat hidup rukun, berbahagia dan menjadi rumpun keluarga besar yang bersatu. 

 

Secara keseluruhan, Ma’dokko bertujuan untuk menjadi kursi lantai yang nyaman, dimana bila seseorang duduk di atasnya, akan menghadirkan sensasi berada di Tongkonan. Sensasi tentang kehangatan, kebersamaan dan kekeluargaan. Ma’dokko adalah apresiasi terhadap warisan Tana Toraja karena keunikan dan keindahan budayanya.

Post a comment